PENDAHULUAN

Pada tanggal 1 Oktober tahun 1965 telah terjadi apa yang disebutkan sebagai percobaan ‘kudeta’ di Jakarta, Indonesia, dimana sekelompok kecil anggota-anggota militer mencoba untuk merebut kekuasaan dan enam jenderal tentara terbunuh. Apa yang tepatnya terjadi dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab tidak pernah ditetapkan. Jenderal Suharto melumpuhkan percobaan ‘kudeta’ dalam beberapa hari dan menyalahkan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai dalangnya. Kampanye pelanggaran Hak Asasi Manusia secara nasional dilaksanakan untuk melawan siapapun yang dianggap anggota dari PKI dan orang-orang yang diduga sebagai simpatisan PKI. Menurut beberapa estimasi, jumlah korban mencapai setengah juta kematian. Pembunuhan, penangkapan, penyiksaan, kekerasan seksual dan penghilangan terjadi selama beberapa tahun; penahanan sewenang-wenang dan pemburuhan paksa sampai dengan sepuluh tahun. Diskriminasi bertahan sampai hari ini, 50 tahun setelah kejadian tersebut.

Website ini memberikan akses terhadap dokumen asli yang telah dikumpulkan oleh Amnesty Internasional dan digunakannya untuk aktifitas-aktifitasnya  dalam memberikan dukungan terhadap prisoners of conscience (tahanan yang ditahan atas dasar hati nuraninya), atau melawan proses pengadilan yang tidak adil dan hukuman mati, pemburuhan paksa dan pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia yang lainya. Website ini distruktur sebagai pola dengan ciri-ciri tertentu: waktu, tempat, jenis pelanggaran Hak Asasi Manusia dan sebagainya. Dokumen di website ini  terbatas pada dokumen-dokumen yang mencakupi periode 1967 -1992. Dokumen-dokumen yang lebih baru bisa didapatkan dari www.amnesty.org.

Kata-kata kunci untuk pencarian informasi dapat dilihat di sebelah kanan di setiap halaman. Dengan mengklik di setiap kata kunci (waktu, tempat, dan sebagainya) anda dapat melihat semua pilihan pencarian.

Kata-kata kunci cari itu diambil dalam bahasa Inggris, seperti yang berikut:

  1. Tahun dari pelangaran Hak Asasi Manusia (1965-1992) – time and year of the human rights violation
  2. Tempat pelanggaran Hak Asasi Manusia atau kamp atau penjara – place of the human rights violation
  3. Jenis dari pelanggaran Hak Asasi Manusia – type of human rights violation
  4. Jenis dokumen dari Amnesty Internasional yang menggambarkan pelanggaran Hak Asasi Manusia – type of document
  5. Afiliasi dari korban pelanggaran Hak Asasi Manusia – affiliation of the victim
  6. Agama dari para korban – religion of the victim
  7. Etnisitas dari para korban – ethnicity of the victim
  8. Prosedur yudisial/legislasi – judicial system / legislation